SABAR DALAM AL QURAN
3 April 2010 pukul 7:43 pm | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentarArtikel Buletin Karim Salman Edisi 7 – SABAR
1. Sabar sebagai penolong bagi orang beriman
Jadikanlah sabar dan shalat itu sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (QS. 2:45)
2. Sabar adalah cara untuk bahagia
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS. 2:155)
3. Sabar adalah rezeki dari Allah
Tatkala Jalut dan tentaranya telah tampak oleh mereka, merekapun berdo’a:”Ya Tuhan kami, berikanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir”. (QS. 2:250)
4. Sabar untuk menghindarkan diri dari tipu muslihat
Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. (QS. 3:120)
5. Bekal untuk berjuang di jalan Allah
Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama dengan mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (QS. 3:146)
6. Urusan atau tindakan yang paling utama
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (QS. 3:186)
7. Saluran untuk mendapat ampunan dan pahala yang besar
Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal shaleh; mereka itu memperoleh ampunan dan pahala yang besar. (QS. 11:11)
Inilah yang tercantum dalam surat cintaNya yang Maha Dasyat. Sungguh sifat sabar adalah suatu sikap yang sangat mulia. Sikap para Nabi dan Rasul. Esensi sabar menurut Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dapat dilihat dari dua hal: Pertama, sabar karena Allah atas apa yang disenangi-Nya, meskipun terasa berat bagi jiwa dan raga. Kedua, sabar karena Allah atas apa yang dibenci-Nya, walaupun hal itu bertentangan keinginan hawa nafsu. Siapa yang bersikap seperti ini, maka ia termasuk orang yang sabar yang Insya Allah akan mendapat tempat terhormat.
Sehingga, ketika seorang bertanya “ apakah kesabaran mempunyai batas?” maka jawablah “Jika kesabaran mempunyai batas, maka sungguh itu bukanlah kesabaran. Karena esensi kesabaran adalah ketaatan kepada Allah itu sendiri. Lalu untuk taat kepada Allah, apakah hal itu mempunyai batas?”
Tinggalkan sebuah Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.