SEJATINYA WANITA DI BUMI ILAHI (Artikel 2 – Buletin KARIM SALMAN edisi 9 Giani MH – Al Imarat)

6 Mei 2010 pukul 9:46 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

SEJATINYA WANITA DI BUMI ILAHI
Artikel 2 – Buletin KARIM SALMAN edisi 9
Giani MH – Al Imarat

Apakah wanita itu hanya bisa menerima, menganggukan kepala terhadap doktrin2 yang telah masyhur,membicarakan bahwa wanita selalu berdiri dengan hati yang lemah, membanjiri semua warna kehidupannya dengan air mata, melukis hijab-hijabnya dengan semua keterbatasan, tak mampu merangkai bumi ini dengan kemerdekaan atau hurriyah tanpa batas, dan yang lebih parah lagi wanita hanya berperan sebagai pelopor kerusakan bagi kaum laki-laki yang bernafsu. Sehingga deduksi yang kita ambil wanita sebagai kayu pembuka kerusakan bagi dunia yang menjulang tegak, peroboh kekuasaan di bumi atau mungkin wanita hanya sebagai khodimah di rumahnya sendiri, yang hanya bersahabat dengan perkakas rumah, perabotan dapur, dan hanya mendengar tangisan seorang anak 24 jam. Sampai-sampai waktu kita hanya terbatas di lingkungan rumah saja. Apakah kita tak punya hak menjulangkan tenaga dan pikiran kita untuk berdakwah? Menegakan negara ini sebagai daulah islamiyah yang kokoh. Jawabannya tentu TIDAK. Lalu apa sejatinya wanita dalam pandangan islam?

“Wahai manusia,bertakwalah kepada tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam),dan Allah menciptakan pasangannya (Hawa) dari dirinya (Adam)….” (An-nisa:1)

Ibnu katsir menerangkan dalam kitab Al-bidayah wa An-nihayah,bahwa Imam Bukhari dan muslim meriwayatkan dari Zaidah, Maisyarah Al-Asyja’i, Abu Hajim dari Abu Hurairah, Nabi shalallahu wa’alaihi wassalam bersabda, ”Nasehatilah wanita dengan cara yang baik,karena sesungguhnya wanita itu iciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika kamu memperlakukannya dengan keras, kamu akan mematahkannya. Dan jika kamu membiarkannya, ia akan semakin bengkok. Maka nasehatilah itu dengan cara yang baik.”

Islam memberikan figur yang sangat baik untuk wanita. Kita lihat Khadijah binti Khuwailid, misalnya. Khadijah adalah seorang tokoh muslimah yang membumikan kesejatian seorang wanita. Beliau adalah seorang janda yang penuh dengan karya. Selain menjadi wanita cantik, cerdas, shalihah, dari keturunan yang terhormat dan kaya raya pula, beliau juga merupakan pengusaha yang melejit kesuksesannya. Sejatinya, qodrat wanita adalah seseorang yang tetap harus menghormati laki-laki dan memiliki perannya sendiri sebagai pengelola bumi. Dalam dakwah pun wanita berperan, misalnya Khaulah binti Azwar juga ikut berperang untuk menghancurkan kaum musyrikin.

Dari uraian di atas, kita pahami bahwa Islam sangat menghormati dan menjunjung tinggi kaum wanita. Bahkan Allah memberikan sifat latifah (kelembutan) yang dengannya wanita bisa menopang bumi dari kerusakan yang ada di bumi ini.(GMH)

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.